TIFA FINANCE Proyeksikan Kiberja Perseroan Cenderung Naik

Jakarta, press3g.com- PT TIFA FINANCE Tbk (TIFA) di Jakarta, mengumumkan tahun 2017 ini merupakan tahun yang memiliki challenges, dan tahun ini perseroan memproyeksikan kinerja Perseroan cenderung naik, meskipun Nan Performing Loan di beberapa sektor seperti pertambangan mengalami penurunan.

Mengambil tempat di Gedung Balai Kartini, PT Tifa Finance Tbk memaparkan mengenai,
Kinerja dan operasi Perseroan sampai dengan triwulan 3 tahun 2017, Dengan kendala yang dihadapi dan tantangan Perseroan tahun 2017, serta Upaya Peningkatan Kinerja Perseroan Tahun 2017, Kamis, (30/11/2017) yaitu,

Kinerja Total Aset Perseroan per 30 September 2017 adalah Rp 1.552.183.000, atau naik sebanyak 12,1% dibandingkan per 30 September 2016, kenaikan Aset Perseroan disebabkan karena kenaikan portofolio baik pada sewa
pembiayaan maupun pembiayaan konsumen.

Saat ini komposisi portofolio Perseroan per 30 September 2017 berdasarkan jenis jasa pembiayaan terdiri atas Sewa Guna Usaha 69%; Pembiayaan Syariah 25%; dan Pembiayaan Konsumen & Anjak Piutang 6%. Dengan demikian portofolio Pembiayaan Sewa Guna Usaha baik Sewa Guna Usaha konvensional maupun syariah merupakan portofolio Perseroan yang paling dominan sebanyak 94%. Sedangkan total Pembiayaan Konsumen dan Anjak Piutang porsinya hanya 6%.

Ditahun 2017 ini, ditengah ketidakpastian ekonomi global, kondisi ekonomi indonesia masih bertumbuh, ekspor tumbuh 17.5% YoY dalam 10 bulan di tahun 2017. Produk Domestik Bruto lndonesia tumbuh sebesar 5.06 % YoY, dibawah prediksi, yaitu 5,10% 5,20% antara lain disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mengalami penurunan dari 4,95% YoY di triwulan 2 tahun 2017 menjadi 4,93% YoY di triwulan 3 tahun 2017. Namun perlu diwaspadai pertumbuhan sektor manufaktur mengalami penurunan menjadi 4,18% YoY di triwulan 3 2017 dari 4,3% sepanjang tahun 2016, potensi pelemahan nilai Rupiah dan kondisi pertumbuhan infrastruktur yang masih belum berjalan optimal. Faktor Makro tersebut mempengaruhi kinerja Perseroan dalam pencapaian target.

Kinerja Perseroan berupa laba sebelum pajak sampai dengan triwulan 3 tahun 2017 naik sebesar 31.9% dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 dikarenakan kerja keras staf collection Non Performing Financing UVPF) yang luar biasa dan loan book yang berkualitas. Perseroan terus berupaya untuk melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan kepada sektor-sektor yang masih kondusif yaitu industri kesehatan, infrastruktur dan logistik. Manajemen juga melakukan perbaikan yang berkesinambungan agar terus terjadi peningkatan kualitas SDM mengarah pada proses kerja yang lebih baik. peningkatan sistem informasi dalam mengurangi manual errors sehingga kegiatan operasional berjalan dengan lebih efisien dan cepat. Perseroan juga lebih mendekatkan hubungan dengan para Nasabahnya yang menghadapi masalah sehingga menghasilkan
penyelesaian yang terbaik. Perseroan terus berupaya melakukan peningkatan Pembiayaan Konsumen.

Dengan upaya-upaya tersebut dan dukungan dari pemegang saham dan semua pihak yang terkait. manajemen berkeyakinan akan dapat melewati tantangan tahun 2017.

Perseroan melihat tahun 2017 merupakan tahun yang memiliki challenges. meskipun Nan Performing Loan di beberapa sektor seperti pertambangan mengalami penurunan. Perseroan berhasil melakukan diversifikasi portofolio yang lebih baik dengan pembiayaan ke sektor-sektor yang masih kondusif diikuti tercapainya program efisiensi biaya operasional. Perseroan memproyeksikan kinerja Perseroan untuk tahun 2017 cenderung naik akibat hal-hal yang telah disebutkan diatas. (Larty)