Limbah Teluk Jakarta, Memprihatinkan

Jakarta, press3g.com- Ratusan massa nelayan meluruk Balaikota DKI Jakarta, meminta Pemprov DKI menyelesaikan permasalahan lingkungan dan pencemaran air laut di Teluk Jakarta. Massa aksi gabungan masyarakat peduli lingkungan juga menyatakan, masalah limbah logam berat yang telah mengendap di dasar laut Teluk Jakarta sejak puluhan tahun itu, sudah parah dan memprihatinkan.

“Kami meminta Pemprov DKI tetap melanjutkan kebijakan Normalisasi 13 aliran sungai yang telah dilakukan sebelumnya” ujar Ketua Umum Bara Nelayan Rico Aprillia dalam orasinya yang menggelegar, Selasa (31/10/2017).

Mengingat, paparnya, karena ini, sebagai bagian dari upaya meminimalisir bertambahnya kemungkinan limbah industri dan rumahtangga yang dibuang ke sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta.

Massa aksi juga berharap, Pemprov DKI dapat memberikan bantuan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Teluk Jakarta, karena ikan yang menjadi sumber penghidupan para nelayan tercemar limbah logam berat yang berarti tidak lagi layak untuk di konsumsi.

Sementara itu, terkait dengan status masyarakat yang tinggal di pesisir teluk Jakarta, mereka mengaku keberatan, pihaknya hanya di jadikan bahan kepentingan politik saja, ketika ada pesta demokrasi.

Pasalnya, karena seringkali para nelayan ini dilupakan begitu saja, setelah pesta demokrasi usai. Padahal dulunya mereka merupakan jembatan yang dipakai untuk menuju tangga kesuksesan.

“Jujur, Kami seringkali mengalami kekecewaan, karena jembatan menuju sukses itu sering dilupakan, diputus bahkan seolah kami ini sampah. Karena itu, jangan ada yang bakar jembatan kami,” ujar Rico yang aktif menyuarakan aspirasi nelayan.

Massa aksi yang datang sejak pukul 10.00 Wib hingga sore hari itu mendapat pengawalan ketat oleh aparat keamanan. Sekalipun aksi berbarengan dengan massa aksi buruh, situasi depan balaikota aman dan kondusif. (Larty)